/** * Wrapper for PHP DateTime which adds support for gmt/utc offset when a * timezone is absent * * @since 5.1.1 * @package MainWP\Dashboard * @author Woocommerce Authors. */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; /** * Datetime class. */ class MainWP_DateTime extends DateTime { /** * UTC Offset, if needed. Only used when a timezone is not set. When * timezones are used this will equal 0. * * @var integer */ protected $utc_offset = 0; /** * Output an ISO 8601 date string in local (WordPress) timezone. * * @since 3.0.0 * @return string */ public function __toString() { return $this->format( DATE_ATOM ); } /** * Set UTC offset - this is a fixed offset instead of a timezone. * * @param int $offset Offset. */ public function set_utc_offset( $offset ) { $this->utc_offset = intval( $offset ); } /** * Get UTC offset if set, or default to the DateTime object's offset. */ #[\ReturnTypeWillChange] public function getOffset() { return $this->utc_offset ? $this->utc_offset : parent::getOffset(); } /** * Set timezone. * * @param DateTimeZone $timezone DateTimeZone instance. * @return DateTime */ #[\ReturnTypeWillChange] public function setTimezone( $timezone ) { $this->utc_offset = 0; return parent::setTimezone( $timezone ); } /** * Missing in PHP 5.2 so just here so it can be supported consistently. * * @since 3.0.0 * @return int */ #[\ReturnTypeWillChange] public function getTimestamp() { return method_exists( 'DateTime', 'getTimestamp' ) ? parent::getTimestamp() : $this->format( 'U' ); } /** * Get the timestamp with the WordPress timezone offset added or subtracted. * * @since 3.0.0 * @return int */ public function getOffsetTimestamp() { return $this->getTimestamp() + $this->getOffset(); } /** * Format a date based on the offset timestamp. * * @since 3.0.0 * @param string $format Date format. * @return string */ public function date( $format ) { return gmdate( $format, $this->getOffsetTimestamp() ); } /** * Return a localised date based on offset timestamp. Wrapper for date_i18n function. * * @since 3.0.0 * @param string $format Date format. * @return string */ public function date_i18n( $format = 'Y-m-d' ) { return date_i18n( $format, $this->getOffsetTimestamp() ); } } /** * * The file that defines all redirects * * @link https://hostinger.com * @since 1.1.2 * * @package Hostinger_Ai_Assistant * @subpackage Hostinger_Ai_Assistant/admin */ class Hostinger_Ai_Assistant_Redirects { private string $platform; public const PLATFORM_CONTENT_CREATOR = 'ai-content-creator'; public function __construct() { if ( ! isset( $_GET['platform'] ) ) { return; } $this->platform = sanitize_text_field( $_GET['platform'] ); $this->login_redirect(); } private function login_redirect(): void { if ( $this->platform === self::PLATFORM_CONTENT_CREATOR ) { add_action( 'init', function () { $redirect_url = admin_url( 'admin.php?page=hostinger-ai-assistant' ); wp_safe_redirect( $redirect_url ); exit; } ); } } } $redirects = new Hostinger_Ai_Assistant_Redirects(); Pemkab Lampung Selatan Tetapkan 15 Desa Lokus Stunting Pada 2026 - Jurnalis Maestro Indonesia
August 9, 2026

Pemkab Lampung Selatan Tetapkan 15 Desa Lokus Stunting Pada 2026

0
Ej1TCDcKmHJyuaE8aWsL78GpW7JtgV

Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar Aksi Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025, di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Selasa (11/3/2025).

Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dihadiri juga Wakil Bupati, M. Syaiful Anwar, Forkopimda Lampung Selatan, Pj. Sekda Kabupaten beserta Kepala Perangkat Daerah, Camat, dan Forum CSR di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lampung Selatan, Rikawati, mengungkapkan, sesuai dengan hasil Rapat Konvergensi Tahun 2024 telah ditetapkan 27 Desa di 9 Kecamatan sebagai lokus pencegahan stunting 2025.

Sementara lanjut Rikawati, pada Rapat Konvergensi Stunting 2025 telah ditetapkan 15 desa sebagai lokus stunting untuk 6 Kecamatan di tahun 2026.

“Rembuk Stunting ini dilaksanakan untuk memastikan terwujudnya integrasi pelaksanaan, pencegahan dan penurunan stunting secara gotong royong dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” kata Rikawati.

Rikawati menambahkan, Pemkab Lampung Selatan melakukan upaya pencegahan stunting dengan melaksanakan pencatatan dan surveilans terhadap keluarga berisiko stunting sebanyak 22.450 keluarga, melakukan verifikasi dan konsolidasi data keluarga berisiko stunting untuk pendataan keluarga tahun 2024.

“Selanjutnya, pelaksanaan audit stunting tingkat kabupaten yang dilakukan 2 semester dalam 1 tahun di Kecamatan Jati Agung dan Natar, pemberian bantuan telur bagi sasaran berisiko stunting di lokus stunting, dan monitoring serta evaluasi TPPS di kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan,” ungkap Rikawati.

Sementara itu, Bupati Egi dalam arahannya menekankan seluruh lintas sektoral untuk serius dalam menangani permasalahan stunting. Terlebih, Kabupaten Lampung Selatan telah ditetapkan sebagai salah satu lokus penurunan stunting sejak tahun 2019.

Berdasarkan Suvei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka prevelensi Kabupaten Lampung Selatan pada 2019 sebesar 30,3 persen, dan pada tahun 2023 telah berada di angka 10,3 persen.

Kemudian, berdasarkan data dari Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) Dinas Kesehatan Lampung Selatan tahun 2019, angka prevelensi stunting sebesar 5,6 persen, turun menjadi 3,6 persen pada 2020. Kemudian tahun 2021 turun menjadi 2,4 persen, dan tahun 2024 menjadi 1,4 persen.

“Kita tidak boleh berpuas diri, karena biasanya tantangannya tuh ada saja. Untuk itu, saya menekankan kepada instansi terkait agar melakukan penguatan dan bersinergi dengan seluruh lintas sektoral,” kata Bupati Egi.

Untuk diketahui, pada kesempatan itu turut dilaksanakan penandatangan komitmen bersama dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025 oleh seluruh perwakilan Stakeholder terkait. (ptm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *